Mengenal Jenis-Jenis Kebiasaan Buruk (Bad Oral Habits) pada Anak dan Dampaknya terhadap Tumbuh Kembang Dentofasial
Mengenal Jenis-Jenis Kebiasaan Buruk (Bad Oral Habits) pada Anak dan Dampaknya terhadap Tumbuh Kembang Dentofasial
Masa kanak-kanak merupakan fase krusial dalam pertumbuhan dan perkembangan struktur kraniofasial. Pada masa ini, anak-anak sering kali mengembangkan kebiasaan tertentu sebagai bentuk adaptasi psikologis atau respons terhadap lingkungan. Namun, jika kebiasaan yang melibatkan struktur rongga mulut (oral habits) ini berlanjut melewati usia prasekolah (biasanya di atas 4–6 tahun), hal tersebut dapat diklasifikasikan sebagai kebiasaan buruk yang berpotensi mengganggu lengkung rahang, oklusi, dan fungsi otot-otot wajah.
Berikut adalah jenis-jenis kebiasaan buruk pada anak yang paling sering dijumpai :
1. Mengisap Ibu Jari atau Jari (Thumb/Digit Sucking)
Ini adalah kebiasaan non-nutritif yang paling umum pada anak usia dini. Mengisap ibu jari memberikan rasa aman secara psikologis. Namun, intensitas, durasi, dan frekuensi yang tinggi dapat memicu kelainan susunan gigi.

Sumber gambar: Nikhil Marwah (2019). Textbook of Pediatric Dentistry (4th ed). Jaypee. (Bab mengenai Oral Habit)
2. Bernapas Melalui Mulut (Mouth Breathing)
Kebiasaan ini sering kali bukan murni faktor perilaku, melainkan sekunder akibat adanya hambatan jalan napas atas, seperti pembesaran tonsil, adenoid, atau rinitis alergi. Anak terpaksa membuka mulut untuk mendapatkan asupan oksigen yang cukup.

Sumber gambar: Casamassimo, Field, Mctigue, Nowak (2013). Pediatric Dentistry: Infancy Through Adolescence. (5th ed). Elsevier. (Bab mengenai Periodontal Problems in Children and Adoles)
3. Menjulurkan Lidah (Tongue Thrusting)
Tongue thrusting adalah pola menelan yang abnormal di mana lidah mendorong ke depan, menekan gigi-gigi depan saat proses menelan maupun saat istirahat.

Sumber gambar: Nikhil Marwah (2019). Textbook of Pediatric Dentistry (4th ed). Jaypee. (Bab mengenai Oral Habit)
4. Bruxism (Menggemeretakkan Gigi)
Bruxism pada anak sering terjadi di malam hari (sleep bruxism) dan berkaitan erat dengan stres, kelelahan, maupun faktor lokal seperti gangguan oklusal. Saat bruxism terjadi, terdapat peningkatan aktivitas otot masseter yang signifikan saat rahang saling bergesekan dengan kuat.

Sumber gambar: Declan Millet, Peter Day (2017). Orthodontics and Paediatric Dentistry (3rd ed). Elsevier. (Bab mengenai Dental Erosion)
5. Menggigit Bibir (Lip Biting) dan Menggigit Kuku (Onychophagia)
Menggigit bibir bawah sering terjadi pada anak memiliki, di mana bibir bawah secara alami terperangkap di belakang gigi atas. Sementara itu, menggigit kuku lebih erat kaitannya dengan pelepasan stres atau kecemasan.

Sumber gambar: Casamassimo, Field, Mctigue, Nowak (2013). Pediatric Dentistry: Infancy Through Adolescence. (5th ed). Elsevier. (Bab mengenai Oral Habits.
Kesimpulan
Deteksi dini terhadap bad oral habits sangat penting untuk mencegah komplikasi ortodontik yang lebih kompleks di masa depan. Pendekatan penatalaksanaannya membutuhkan kolaborasi antara modifikasi perilaku (konseling), terapi miofungsional, penghilangan faktor kausatif (seperti rujukan ke dokter THT untuk mouth breathing), hingga penggunaan peranti pencegah kebiasaan (habit breaking appliances) jika anak sudah bersikap kooperatif dan memiliki keinginan untuk berhenti.
Referensi
Narwidina, A., dkk. (Tahun terkait). Prevalensi Kebiasaan Buruk Rongga Mulut pada Anak dan Dampaknya Terhadap Maloklusi / Kesehatan Gigi Mulut. (Karya dan publikasi ilmiah dari Anrizandy Narwidina sering menjadi rujukan dalam literatur kedokteran gigi anak di Indonesia, khususnya yang berfokus pada analisis perilaku preventif dan dampaknya terhadap struktur dentofasial).
McDonald, R. E., Avery, D. R., & Dean, J. A. (2015). Dentistry for the Child and Adolescent (10th ed.). Mosby Elsevier. (Bab mengenai Management of the Developing Occlusion).
Bishara, S. E. (2001). Textbook of Orthodontics. W.B. Saunders. (Fokus pada etiologi maloklusi akibat faktor lingkungan dan kebiasaan).
Pinkham, J. R., Casamassimo, P. S., Fields, H. W., McTigue, D. J., & Nowak, A. J. (2005). Pediatric Dentistry: Infancy Through Adolescence. Elsevier. (Bab mengenai intervensi kebiasaan non-nutritif).